Kemegahan Dan Keindahan Masjid Di Medan

Tahukah Anda bahwa ada masjid kuno dan bersejarah di kota Medan, yang berusia ratusan tahun dan megah.

Setiap bangunan tentu memiliki kisah sejarahnya sendiri. Apalagi jika bangunan itu sudah berdiri selama puluhan atau bahkan  bisa mencapai usia ratusan tahun, seperti beberapa masjid di bawah ini yang bermukim di kota Medan.

Kemegahan Dan Keindahan Masjid Di Medan

Di kota Medan terdapat beberapa masjid yang tergolong masjid  tua yang samapi saat ini masih berdiri dengan arsitektur yang begitu indah dan asri,masing-masing masjid masih dipertahankan bangunan maupun desain nya hingga saat ini. Namun, ketika diamati, masjid-masjid ini tidak hanya terbatas pada tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai tempat wisata.

Masjid Al Osmani

Masjid Al Osmani terletak di Jalan KL Yos Sudarso kilometer 19,5 Medan Labuhan District, Kota Medan dibangun pada 1854.

Sedikit sejarah, masjid ini dibangun oleh Raja Deli, Sultan Osman Perkasa Alam, yang kini berusia ratusan tahun. Jual Kubah Masjid Di Medan

Warna masjid ini dominan kuning dan hijau dan bagian dalam masjid juga kuning keemasan. Dalam hal arsitektur, bangunan masjid bekerja sama dengan banyak negara lain.

Seperti yang terlihat di pintu dengan dekorasi Cina, dengan ukiran India, arsitektur Eropa dan ornamen Timur Tengah.

Di halaman masjid juga terdapat lima makam raja Deli, yaitu Tuanku Panglima Pasutan (Deli Deli IV), Tuanku Panglima Gandar Wahid (Deli Deli V), Sultan Amaluddin Perkasa Alam (Deli Deli VI), Sultan Osman Alam Perkasa Alam dan Sultan Mahmud Perkasa.

2. Masjid Raya Al-Mashun

Masjid ini sering sekali dikenal dengan nama Masjid Raya Medan, yang mana tata letak masjid ini berada di Jalan S.M Raja. Masjid ini dibangun pada tahun 1906, yang tentu saja bahwa masjid ini adalah salah satu masjid terbesar yang ada di Kota Medan.

Singkat cerita, Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alam yang pada waktu itu sebagai pemimpin Kesultanan Deli membangun sebuah masjid kerajaan yang indah dan lebih megah dari istananya sendiri, Istana Maimun.

Arsitektur dengan perpaduan gaya dari Timur Tengah, India dan Spanyol. Meskipun masjid ini berusia ratusan tahun, masjid ini masih berdiri kokoh dengan ornamen aslinya.

Masjid ini tidak pernah mengalami perubahan bentuk sekecil apa pun dan juga berubah terutama karena masjid ini tidak pernah diminta sebagai situs bersejarah dan tentu saja dilindungi oleh payung hukum.

Gaya arsitekturnya khas Timur Tengah, India, dan Spanyol dalam bentuk segi delapan dan memiliki sayap di selatan, timur, utara, dan barat. Bangga rakyat Medan.

Masjid ini tidak hanya tempat ibadah, tetapi juga objek wisata religius bagi pendatang baru karena arsitekturnya yang indah dan unik. Oleh karena itu, bangunan masjid dalam bentuk aslinya masih utuh meskipun telah dibuat lebih dari satu era.

Bentuk asli bangunan masjid ini masih terlihat pada bagian pagar tembok yang bergelombang di bagian atas dan tentunya memiliki dua buah tiang yang di fungsikan untuk menopang atap. Bangunan masjid terdiri dari foyer, aula besar, menara, ruang cuci dan pemakaman.

Ternyata bukan itu saja. Pengunjung juga dapat melihat keindahan masjid yang masih mempertahankan fitur-fiturnya.

3. Gang masjid lama Kromme

Gang tua Masjid Kromme, setelah namanya yang unik masjid ini berasal dari gang yang memiliki bentuk melengkung untuk masjid, karenanya nama rumah shalat ini.

Dibangun pada tahun 1880-an, masjid ini dibangun di atas tanah yang diwakili oleh Datuk Kesawan Haji Muhammad Ali.

Terlepas dari sejarahnya, tampak bahwa selain pembiayaan tanah untuk bangunan masjid, Tjong A Fie, seorang pedagang Cina, juga bertanggung jawab.

Ketika membahas arsitektur bangunan masjid, ada banyak perpaduan budaya yang berbeda. Terlihat pada beberapa ornamen gaya Malaysia berwarna kuning dan hijau, atap masjid khas Cina dan gerbang serta mimbar bergaya Timur Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *