Keunikan Masjid Oesman Al-Khair Kalimantan Barat

Sebuah masjid dibangun dengan indah di atas permukaan laut, di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Masjid yang dibangun sejak 2012 ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Nama masjid itu adalah Masjid Oesman Al-Khair. Tepatnya terletak di Jalan Karang Kota, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Keunikan Masjid Oesman Al-Khair Kalimantan Barat

Akses darat ke Masjid Oesman dapat dicapai hingga 80 kilometer dari Bandara Rahadi Oesman Ketapang atau dapat dicapai hingga 325 kilometer dari Pontianak. Bisa juga menempuh perjalanan laut selama 6 jam dari Pontianak.

Masjid putih dibangun dengan arsitektur serta Kubah Masjid yang begitu mirip dengan masjid terapung yang ada di Arrahmah di Jeddah, Arab Saudi. Masjid Oesman menawarkan pemandangan yang indah, terutama di sore hari.

Hembusan angin dan keindahan keagungan masjid, membuat pengunjung betah berada di masjid.

Hildi Hamid, Bupati Kayong Utara, mengatakan pembangunan masjid bermula dari keinginan orang-orang yang ingin memperbesar Masjid Al-Qudsi tidak jauh dari daerah yang sekarang menjadi Masjid Oesman.

Tetapi ketika warga ingin merenovasi Masjid Al-Qurdsi, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta, yang adalah seorang putra setempat, menawarkan untuk membangun sebuah masjid baru di tanahnya.

“Oleh Tuan Oesman, tanah telah diberikan kepada yayasan. Kemudian kami mengalami kesulitan keuangan dalam rencana pengembangan. Karena Kabupaten hanya mekar saat itu.

Maka kita masih membutuhkan banyak uang. “Pak Oesman kemudian ditawari untuk menggunakan sumber daya pribadinya dan sumber daya dari pemerintah kabupaten,” kata Hildi, Kamis (13/10/2016) di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Konstruksi dimulai pada 2012 dengan bantuan Oesman Sapta. Warga setempat kemudian berdiskusi untuk menentukan nama masjid, yang akan menjadi kebanggaan baru warga Kalimantan Barat. Setelah diskusi ternyata nama Oesman menjadi nama masjid.

Kemudian nama ‘Oesman Al-Khair’ muncul. Kebaikan dari Oesman. Karena jika hakim kebaikan Oesman adalah Tuhan. Tetapi jika kebaikannya dari Oesman, itu berarti ada banyak orang lain juga, “kata Hildi.

Masjid sekarang lengkap dan dibangun dengan area indah 50×50 meter. Masjid, yang dapat menampung hingga 3.000 jamaah, memiliki interior bergaya Maroko. Kaligrafi di masjid ini diukir oleh imam Masjid Agung Yogyakarta.

Rencana masjid akan diresmikan besok (15/10/2016) oleh Presiden Joko Widodo dan Oesman Sapta. Peresmian Masjid Oesman Al-Khair menjadi salah satu acara teratas dalam acara Sail Strait Karimata 2016 di Sukadana.

“Insya Allah, Presiden memprakarsai masjid dengan Pak Oesman Sapta setelah membuka Sail Karimata,” kata Hildi.

Hari ini, Oesman Sapta sudah berada di kampung halamannya di Kalimantan Barat, sementara Presiden Jokowi akan berangkat ke Kalimantan Barat sore ini setelah pertama kali menahbiskan Menteri dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Adapun ruang utama, yang akan ditempatkan di tempat ibadah, itu akan diminimalkan. 

Anda dapat melihat bahwa ada sesuatu di dalam masjid ini yang semuanya tidak  tertutup, yang mana hal ini dilakukan agar nantinya akan tetap ada pengunjung dari berbagai pelosok Nusantara yang berkunjung ke masjid ini  kelak di masa depan. Hal Ini dikarenakan bahwa masjid ini terlihat seperti semua yang ada di interior masjid ini.

Begitu banyak yang akan dilakukan, dan itu hanya karena apa yang terjadi di masa lalu. Untuk sesaat, mihrab akan berdiri di semua sisi, karena akan dibuat dengan motif berwajah lebar. Karena mimbar hanya karena fakta bahwa ia telah bergabung di tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *